3 Mahasiswa Jepang Berhasil Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia di Unitomo

Akhiri masa belajar di Unitomo, 3 mahasiswa asal Setsunan University Jepang lakukan ujian terbuka pada tugas akhir tentang Bahasa dan Budaya Indonesia. Bertempat di Laboratorium Bahasa Fakultas Sastra (FS) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Senoo Minami, Asao Kanako dan Saito Konomi mempresentasikan hasil penelitian mereka tentang budaya Indonesia dengan menggunakan Bahasa Indonesia, Kamis (15/02). Saat mempresentasikan hasil penelitian, ketiganya diuji langsung oleh Rektor Unitomo, Bachrul Amiq dan Dekan Fakultas Sastra Cicilia Tantri Suryawati.

Senoo Minami, salah satu mahasiswa asal Jepang mempresentasikan penelitian mengenai budaya mandi di Indonesia. Menurutnya, cara mandi di Indonesia sangat beda dengan di Jepang. “Saya merasa kaget ketika melihat kamar mandi di Indonesia saat pertama kali datang di Indonesia, karena di Jepang mandi tidak pakai gayung”, paparnya menggunakan bahasa Indonesia.

Selain penjelasan dalam konteks peralatan mandi, Senoo Minami juga menjelaskan cara mandi antara orang Indonesia dan orang jepang. “Kalau di Indonesia mandi bisa 2 hingga 3 kali sehari, di Jepang mandi hanya sekali saat mau tidur”, imbuh gadis Jepang berambut ikal ini dengan antusias.

Di sela-sela menguji, Sensei Tantri, Dekan FS Unitomo mengaku senang melihat mahasiswa Jepang berpresentasi menggunakan bahasa Indonesia. “Saya senang, bahasa Indonesianya sudah mulai lancar. Selain soal mandi yang disampaikan oleh Senoo Minami, ada dua Mahasiswa Jepang lainnya yakni Asao Kanako mempresentasikan penelitiannya mengenai baju tradisional serta Saito Konomi mempresentasikan penelitian tentang budaya Islam di Indonesia”, ujarnya

Sementara itu, Rektor Unitomo, Bachrul Amiq mengatakan ketiganya memang benar-benar belajar dengan serius dan mendalami bahasa serta budaya Indonesia. “Mereka ini ternyata meski hanya enam bulan di Unitomo, sudah mengetahui berbagai budaya yang ada di Indonesia. Bahkan, Senoo Minami sampai tau cara mandi orang Indonesia dan dia bandingkan dengan orang Jepang”, katanya.

“Saya sangat optimis, jalinan kerjasama antara Unitomo dan Setsunan University Jepang kedepannya semakin baik, sehingga antusias mahasiswa Setsunan University Jepang yang ingin berkuliah di Unitomo semakin banyak”, ujar Bachrul Amiq menutup percakapan.

 

  • wildankrisnaa
  • 15 February 2018
  • Berita Kampus

Kategori Berita

Berita Terkini

LPM Unitomo Gelar Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat

Rabu, (14/3) Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat dan Klinik Proposal di ruang RM. Soemantri. Acara dihadiri oleh dosen peneliti dan pengabdi Unitomo sebanyak kurang lebih 100 orang.

Ciphoc Unitomo Gelar Workshop Fotografi Melawan Hoax

Menyikapi fenomena tersebut, melanjutkan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 25 Unit Kegiatan Mahasiswa Communication Photography Club (UKM Chipoc) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar workshop "Fotografi Melawan Hoax" di Balai Pemuda Surabaya, Rabu (14/3). Diikuti sekitar 80 peserta penghobi foto dari berbagai kalangan, kegiatan Workshop ini mendatangkan Mamuk Ismuntoro, fotografer senior.

Datangkan Ahli Bahasa Jepang dan Inggris, ULCC Berikan Motivasi Belajar Bahasa Asing

Dalam dunia modern seperti sekarang, dunia global menjadikan bahasa asing sebagai salah satu hal yang penting dalam hal berkomunikasi. Menguasai bahasa asing, maka memiliki rasa toleransi dan tenggang rasa yang tinggi. Ini yang melatar belakangi Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Lenguage and Culture Center (ULCC) mengadakan acara “Motivation in Foreign Lenguage Learning”, Selasa (13/3).